Pandemi Covid-19 memiliki dampak besar terhadap semua aspek dan sektor dikehidupan masyarakat. Tak terkecuali pada sektor ekonomi. Menurut menteri keuangan Sri Mulyani ada 3 dampak besar terhadap sektor ekonomi dimasa pandemi covid. Pertama, berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat secara signifikan. Kedua, investasi ikut melemah ditengah ketidakpastian pandemi covid-19. Dan ketiga terjadinya pelemahan ekonomi seluruh dunia yang membuat ekspor Indonesia terhenti.

Himbauan kepada masyarakat untuk berdiam diri dirumah selama masa pandemi menimbulkan penurunan jumlah pembeli pada suatu usaha. Sehingga pendapatan yang diperoleh menjadi berkurang. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh industri besar, pandemi covid-19 ini juga berdampak pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga pengusaha besar mencoba tetap survive. Bisa bertahan di tengah badai COVID-19 saja sudah bersyukur. Para pelaku umkm harus memikirkan kembali upaya apa yang akan dilakukan agar membuat bisnis tetap berjalan Tentunya dengan mengerahkan segala jurus agar tidak tergilas dampak pandemi global tersebut.

Dampak COVID-19 terhadap pelaku UMKM juga dialami oleh warga Kelurahan Panyanggar, kecamatan Padangsidimpuan Utara. Kota Padangsidimpuan ,Sumatera Utara tempat dimana penulis melaksanakan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dalam pengabdian kepada masyarakat. Di wilayah ini ada banyak sekali pelaku umkm seperti pedagang sembako, warung makan, toko baju, tas, sepatu, toko kuliner, pedagang buah-buahan dan masih banyak lagi. Hal ini juga sesuai dengan salah satu program kerja penulis yaitu Sosialisasi dan Pendampingan cara pemasaran produk secara digital bagi pelaku usaha kecil mikro dan menengah (Umkm) berbasis door to door ditengah pandemi covid-19. Menurut syurvei yang dilakukan para pelaku umkm diwilayah ini mendapatkan dampak yang cukup besar dari pandemi covid ini, dari mulai anggota keluarga yang kehilangan pekerjaan akibat phk hingga menurunnya jumlah pembeli secara drastis. Hal ini tentulah berdampak pada pendapatan umkm tersebut. Maka untuk itu perlu dicari strategi yang tepat untuk mempertahankan omzet penjualan agar para pelaku umkm bisa tetap survive ditengah pandemi ini.